Makalah Lengkap Tentang Silabus

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
               Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu         yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan       pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan  penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan  pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus merupakan seperangkat  rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari silabus?
2. Bagaimana prinsip pengembangan silabus?
3. Apa sajakah langkah-langkah pengembangan silabus?
4. Apakah manfaat dari silabus?
5. Apa sajakah komponen dan format silabus?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian dari silabus.
2. Untuk mengetahui prinsip pengembangan silabus.
3. Untuk mengetahui tahapan pengembangan silabus.
4. Untuk mengetahui komponen dan format silabus.
5. Untuk mengetahui manfaat dari silabus.
6. Untuk mengetahui komponen dan format silabus.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Silabus
Silabus dalam pembelajaran adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.
Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Seperti kita ketahui, dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditentukan standar kompetensi yang berisikan kebulatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang ingin dicapai, materi yang harus dipelajari, pengalaman belajar yang harus dilakukan, dan sistem evaluasi untuk mengetahui pencapaian standar kompetensi. Dengan kata lain, pengembangan kurikulum dan pembelajaran menjawab pertanyaan:
Apa yang akan dihajarkan (standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pelajaran)?
Bagaimana cara mengajarkannya (pengalaman belajar, metode, media)?
Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya (evaluasi, atau sistem penilaian)?
Dari gambaran tersebut dapat dinyatakan bahwa silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Selain itu, silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.

B. Prinsip Pengembangan Silabus
Dalam pengembangan Silabus, terdiri dari beberapa prinsip, di antaranya
1. Ilmiah . Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2. Relevan.  Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
3. Sistematis. Komponen-komponen silabus  saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4. Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5. Memadai.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6. Aktual dan Kontekstual.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7. Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8. Menyeluruh.  Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor) .

C. Langkah-langkah Pengembang Silabus
Sebagaimana telah dikemukakan dalam uraian sebelumnya, bahwasannya Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber bahan alat belajar.  Silabus  merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Mengembangkan silabus dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran  sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan  memperhatikan hal-hal berikut:
a. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan tingkat kesulitan  materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi.
b. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.
c. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata  pelajaran.
2. Mengidentifikasi Materi Pokok Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:
a. Potensi peserta didik
b. Relevansi dengan karakteristik daerah
c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik
d. Kebermanfaatan bagi peserta didik
e. Struktur keilmuan
f. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
g. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, dan
h. Alokasi waktu.

Selain itu ada juga tahapan pengembangan silabus menurut Departemen Pendidikan Nasional tahapannya sebagai berikut:
1. Tahap Analisis Kebutuhan, tim yang ditugaskan untuk menyusun silabus terlebih dahulu perlu melakukan analisis kebutuhan. Walaupun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyusun Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) sebagai panduan menyusun silabus, tetap saja guru harus melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan dimana silabus itu dikembangkan.
2. Tahap Perencanaan, pada tahap ini para guru pengembang mengumpulkan informasi serta mempersiapkan kepustakaan atau referensi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan informasi seperti multimedia dan internet.
3. Tahap Pelaksanaan, dalam melaksanakan penyusunan silabus perlu memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan silabus, seperti standart isi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan standar kompetensi kelulusan serta kurikulum tingkat satuan pendidikan.
4. Tahap Evaluasi, buram silabus perlu dievaluasi atau dikaji ulang, sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaku evaluasi atau pengkajian dapat terdiri atas para spesialis kurikulum, ahli mata pelajaran, ahli media, ahli penilaian, sampai perwakilan orang tua siswa dan siswa itu sendiri.
5. Tahap Perbaikan dan Pemantapan, masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki buram awal. Perbaikan dilakukan dengan masukan-masukan tersebut. Apabila telah memenuhi kriteria dengan cukup baik dapat segera disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan komunnitas sekolah lainnya.
6. Tahap Penilaian Silabus, pada tahap ini penilaian pelaksanaan silabus perlu secara berkala dengan menggunakan model-model penilaian kurikulum .

D. Manfaat Silabus
Manfaat silabus agar pembelajaran yangg berlangsung lebih terarah sehingga menjadi jelas dan pasti. Namun tak hanya itu saja manfaat silabus. Ada banyak manfaat silabu:
1. Pedoman pengembangan pembelajaran, seperti untukk pembuatan rencana pembelajaran, untukk pembuatan pengelolaan aktivitas atau kegiatan pembelajaran, dan pengembangan dalaam sistem penilaian.
2. Sumber pokok dalaam penyusunan rencana pembelajaran, seperti penyusunan rencana pembelajaran untukk satu standar kompetensi maupun satu kompetensi dasar.
3. Pedoman perencanaan pengelolaan kegiatan belajar, baik pengelolaan kegiatan belajar yangg dilakukan secara klasikal, kelompok kecil maupun pembelajaran yangg dilakukan secara individual.
4. Pedoman untukk pengembangan sistem penilaian. Ini memang menjadi salah satu peran utama silabus. Ia menjdai pengembang sistem penilaian, jika berbasis kompetensi maka sisem penilaian yangg dilakukan harus mengacu pada standar kompetensi, kompetensi dasar dan pembelajaran yangg termuat di dalaam silabus.

E. Komponen dan Format Silabus
Silabus dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terdiri dari beberapa komponen, sebagai berikut :
1. Standar Kompetensi Mata Pelajaran
Standar kompetensi mata pelajaran adalah batas dan arah kemampuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran suatu mata pelajaran tertentu, kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan siswa untuk suatu mata pelajaran, kompetensi dalam mata pelajaran tertentu yang harus dimiliki siswa, kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan dalam dalam suatu mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi terdapat dalam Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
2. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal pada tiap mata pelajaran yang harus dicapai siswa. Kompetensi dasar dalam silabus berfungsi untuk mengarahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran.Misalnya, mampu menyelesaikan diri dengan lingkungan dan sebagainya.Kompetensi Dasar terdapat dalam Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
3. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam suatu kompetensi dasar. Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku yang akan dicapai oleh siswa sehubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji.Hasil belajar bisa berbentuk pengetahuan, keterampilan,maupun sikap.
4. Indikator Hasil Belajar
Indikator hasil belajar adalah ciri penanda ketercapain kompetensi dasar.Indikator dalam silabus berfungsi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya perubahan perilaku pada diri siswa.Tanda-tanda ini lebih spesifik dan lebih dapat diamati dalam diri siswa, target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi atau tercapai.
5. Materi Pokok
Materi pokok adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar dan yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator  pencapaian belajar.
6. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran adalah bentuk atau pola umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.Strategi pembelajaran meliputi kegiatan  tatap muka dan non tatap muka (pengalaman belajar).
7. Alokasi Waktu
Alokasi waktu adalah waktu yang diperlukan untuk menguasai masing-masing kompetensi dasar.
8. Adanya Penilaian
Penilaian adalah jenis, bentuk, dan instrumen yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur  keberhasilan belajar siswa.
9. Sarana dan Sumber Belajar
Sarana dan sumber  belajar  adalah sarana dan sumber belajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar.







BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Silabus ialah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengaan tema tertentu, yangg mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yangg dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Silabus merupakan daftar rancangan yangg fokus terhadap apa yangg harus dipelajari serta penjelasan mengenai cara memilih dan menyusun konten.
Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yangg saling berkaitan untukk memenuhi target pencapaian kompetensi dasar. Bentuk silabus sebenarnya dapatt bervariasi dan dapatt dikembangkan sendiri oleh sekolah. Komponen yangg minimal harus terdapatt dalaam sebuah silabus ialah kompetensi dasar, hasil belajar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, alokasi waktu, sumber/alat/bahan, dan penilaian.  Format silabus dapatt dibuat dalaam bentuk narasi maupun kolom/matriks.
B. Saran
Akhirnya penyusun mengharapkan hasil proses pembelajaran dapat mewujudkan perubahan sikap yang lebih baik bagi kemajuan Bangsa Indonesia pada masa yang datang. Kami sebagai penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua teman dan bapak/ibu dosen karena kami tahu tugas ini belum sempurna agar kedepannya dapat menyusun tugas lebih baik lagi. Amin





DAFTAR PUSTAKA

Mulysa. 2010. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Joko Susilo,Muhamad.2008.KTSP:Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya.Jogjakarta:PUSTAKA PELAJAR.
Muhaimin, Dkk.2008.Pengembangan Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) pada Sekolah dan Madrasah.Jakarta:PT RAJA GRAFINDO PERSADA.
Muslich,Masnur.2008.KTSP(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).Jakarta:PT BUMI AKSARA.

0 Comments

Posting Komentar

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar yang baik yaaak.. biar dirimu mendaptakan pahala

Kan ngak sopan kalo bertamu ngak meningalkan jejak hehe.. .